10 hal paling galau sebelum pergi ke Jepang

Siapa yang tak pengen ke Jepang? Negeri dengan urutan ke-4 world travel destination menurut World Economic Forum selalu menarik buat di kunjungi. Pengalaman pribadi pertama kali kesana ngeri-ngeri sedep tapi tak semenakutkan yang di sangka orang. Biar kamu lebih siap sebelum pergi ke Jepang berikut ini adalah 10 hal yang kamu harus tahu soal Jepang:

  1. Memilih kedatangan di Tokyo atau Osaka ? 

    Tokyo dan Osaka berjarak 3 jam naik kereta cepat Shinkansen, Tokyo menawarkan banyak destinasi wisata budaya, belanja, hiburan dan alam, Osaka lebih banyak menawarkan destinasi hiburan dan budaya. Jika kamu belum pernah ke Jepang lebih baik lewat Narita / Haneda – Tokyo tetapi jika ingin lebih dekat ke Kyoto bisa memilih Osaka.


  2. Beli JR Pass atau beli suica / pasmo card saja? 


    Tergantung berapa lama kamu tinggal di Jepang dan pergi ke daerah mana saja? Kalo mau jelajah sampai ke Kyoto dan kota lainya dan naik kereta shinkansen lebih baik beli JR Pass karena tiket ke Kyoto saja sudah 9000 yen, jadi akan lebih hemat jika membeli JR Pass. Sedangkan kalo kamu hanya sekitaran Tokyo lebih baik beli Suica card ( kartu elektronik prepaid yang dikeluarkan oleh kereta ) atau Pasmo card ( kartu elektronik prepaid yang dikeluarkan oleh metro subway ) harganya min. 500 yen sampai 10.000 yen dengan deposit 500 yen dan isi ulang per 1000 yen 🙂


  3.   Naik apa dari bandara Internasional kedatangan Narita ?

    Disarankan jangan memakai Taxi karena harganya bisa bikin tabungan terkuras habis 20 – 24 ribu yen ( 2,5 juta ). Jika kamu datang di Narita bisa menggunakan NEX – Narita Express dengan tujuan Tokyo sampai Yokohama ( harga 3020 yen ). Narita ke Ueno dan Nippori bisa menggunakan transportasi Keisei Skyliner ( harga 2470 yen ) Narita terminal 1 dan 2 tujuan Yokohama, Disneyland, Haneda, Shinjuku bisa menggunakan airport Limousine ( harga 3100 yen ) . Narita termal 1 & 2 tujuan ke Tokyo station bisa naik Tokyo Shuttle Keisei bus yang berjalan setiap 20 menit sekali ( harga yang lebih murah 1000 yen) saja.


  4. Money changer dengan rate terbaik 

    Dimana kita harus menukar uang ? Jawaban satu-satunya adalah di airport. Di Tokyo dan kota besar lainya jarang sekali di temukan money changer, kalo nggak kita harus ke bank dulu ( ingat! weekend bank-bank ini pada tutup ) atau di hotel tempat kita menginap tentunya dengan rate yang super jelek. Saya daku lebih baik tukar di bandara saja karena ratenya bagus dan dijamin buka setiap saat ( ya iyalah! ). Pernah waktu di Shinjuku daku tukar di penjual lotre di pinggir jalan dekat perempatan besar Shinjuku karena sesudah muter-muter 1 jam ga ketemu money changer. Jangan sampai kejadian seperti daku ya ….


  5. Memesan makanan pake vending machine

    Tidak semua restoran punya daftar menu dan dipilih di meja, sebagian besar resto dengan harga terjangkau menggunakan vending machine. Biar ga malu-maluin dan susah kalo bertanya karena tidak bisa berbahasa jepang. Langkah yang perlu kamu ambil adalah lihat dulu behaviour orang lokal yang mau beli makanan, biasanya langkah-langkahnya masukan uang, trus pencet mana yang kamu mau sesuai dengan gambar yang ada di vending machine kemudian berikan kupon itu ke pelayang yang berada di belakang meja. Kebanyakan restoi di Jepang menggratiskan air putih atau ocha jadi tidak perlu beli minuman lagi. 


  6. Perlu ga kasih tips ke pelayan restaurant di Jepang? 

    Jawabanya TIDAK PERLU! Satu hal yang bikin salut dengan budaya Jepang mereka orangnya jujur, bekerja sesuai dengan job desc yang diberikan tidak akan mengharapkan tips atau take it for granted. Pemberian tips terkadang suatu penghinaan bukan apresiasi jadi jangan kaget jika ketika menginjakan keluar restauran akan di panggil oleh pelayan karena dikira uang kamu ketinggalan. Keren banget ya bangsa Jepang ini beda jauh ama di Indonesia hahaha


  7.  Bingung uang receh ketika naik bis ? 

    Pas di Nagoya naik bus ke Nabana No Sato gelisah banget di tempat duduk ga tenang karena di dompet hanya ada uang 10.000 yen dalam hati cuman giman akalo mereka ga ada kembalian? Pengalaman di Singapore kalo bayar harus pake uang pas kalo nggak ga akan dikembalikan, wah bisa amsyong nih! Sungguh tidak di duga mereka punya satu mesin kasir khusus bus dimana ketika uang perlu kembalian tinggal di masukan saja lembaran uang ke mesin itu dan akan di pecah kembalian sampai recehpun ada. Seperti mereka punya bank sendiri bisa tukar kapanpun juga. Kejadian ini bikin terkagum – kagum dan nganga sambil ketawa2 kecil karena uang ga jadi ilang ….


  8. Harus telanjang ketika di Onsen ?

    Belum afdol kalo ke Jepang tanpa cobain Onsen ( Kamar mandi umum dengan air panas ) tata tertibnya adalah kita tidak boleh mengenakan satu lembar pakaianpun ketika masuk ke kolam air panas boleh membawa handuk kecil tapi dipakai untuk kepala. Satu hal yang perlu diingat sebelum masuk ke kolam diwajibkan untuk mandi dan keramas dulu di bagian bilas letaknya biasanya di samping kolam rendam, sabun dan shampoo sudah di sediakan disana jadi tak perlu bawa dari rumah ya :). Bagaimana sudah siap bergabung di Onsen? Bayangkan berendam dengan puluhan gajah-gajah berbagai bentuk sebuah pengalaman yang sulit terlupakan bukan? Hahaha


  9. Dimana pusat membeli oleh – oleh di Tokyo ?

    Setiap kota di Jepang menawarkan makanan dan cinderamata khas daerah itu. Memilih oleh – oleh memang penting banget, tapi kalo nyusahin? buat apa! Apalagi kita harus in a rush ngejar public transportation dengan koper yang penuh dengan oleh-oleh makanan dari satu kota ke kota lainya, males banget.com bukan ya? Saran daku untuk oleh-oleh buat teman kantor yang biasanya berupa makanan kan? daripada bawa berat-berat sepanjang perjalanan bisa dibelikan saja di airport, ada 2 toko pusat oleh – oleh di Narita dengan berbagai macam pilihan oleh-oleh khas daerah dan harga sama dengan di luar, jadi lebih praktis dan koper dibagasi bisa digunakan untuk menyimpan belanjaan lainya kan? Ini tips penting harus di ingat ya …


  10.  Bagaimana jika tersesat dan ga bisa ngomong Jepang ? 

    Jalan satu-satunya jika tersesat adalah dengan tuntunan Google maps, bertanya dengan orang lokal jika orang itu tidak bisa bahasa Inggris akan memakan waktu lama karena dia akan membantu kamu sampai selesai, dengan semangat itu dia akan berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya agar kamu sampai di tempat tujuan dengan selamat. Mereka akan bertanya dengan teman, membuka google bahkan sampai mengantarkan jika mereka ada waktu dengan bahasa isyarat tentunya. Beberapa kali mengalami hal tersebut jadi daripada pusing buka saja google maps dan percayakan pada si mbah…

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *